Mengapa Mencintai Diri Sendiri Itu Sulit? Mungkin Kamu Masih Terjebak Pada 5 Pola Pikir Ini

Mencintai diri sendiri jadi hal yang gampang diucapkan tapi dalam prakteknya gak selalu mudah untuk dilakukan. Gak bisa dipungkiri, kadang kita gak menyukai apa yang ada di dalam diri kita. Self-love sendiri menjadi tantangan supaya kita bisa berdamai dengan hal-hal yang kita anggap sebagai kekurangan. Jika sudah berupaya untuk self-love tapi ujung-ujungnya malah berbalik sebal dengan diri sendiri, mungkin saja selama ini justru kita terjebak pada pola pikir yang membuat kita tidak mencintai diri, seperti:

1. Mengira Self-Love sama dengan Self-Care

via Freepik

Jika selama ini kita berpikiran bahwa pergi ke salon, belanja di e-commerce,  hingga makan di restoran fancy adalah bagian dari self-love, mungkin sudah saatnya kita menggeser persepsi bahwa itu adalah bagian dari aktivitas self-care. Karena mungkin ada saatnya ketika sudah melakukan aktivitas-aktivitas self-care, kita jadi kehabisan uang dan akhirnya malah gak senang, menyalahkan diri sendiri. Selanjutnya kita menganggap bahwa kita boros dan tidak bisa mengelola uang. Dalam hal ini, tidak ada pihak yang tersakiti selain diri sendiri.

Untuk itu, gak ada salahnya untuk membedakan kedua hal ini. Saat sedang melakukan aktivitas self-care, rasanya tidak perlu menghakimi diri sendiri yang membuat kebahagiaan jadi berkurang.

2. Menganggap bahwa Self-Love adalah Selfish

via Freepik

Self-love merupakan bentuk penghargaan pada diri sendiri untuk bisa berdamai dengan keadaan diri. Gak sedikit orang yang rela self-love nya jadi berkurang karena perasaan gak enak pada orang lain takut dibilang egois. Padahal, self-love dengan bersikap selfish itu berbeda. Ada saatnya kita perlu mengetahui batasan mana tindakan yang dilakukan untuk menyayangi diri sendiri, dan mana yang dilakukan untuk kepentingan bersama. Sehingga, gak perlu fokus terhadap rasa bersalah ketika melakukan sesuatu demi diri sendiri selama tidak ada yang dirugikan, karena semakin kita fokus terhadap rasa bersalah, perasaan itu bisa semakin besar.

3. Anggapan bahwa Kita Harus Selalu Memenuhi Ekpektasi Orang-orang

via Freepik

Kita hidup berinteraksi dengan orang lain, dan tidak bisa dipungkiri akan selalu ada ekspektasi di dalam interaksi tersebut. Misalnya ekspektasi dari pasangan yang menginginkan penampilan kita sesuai seleranya, ekspektasi teman-teman yang ingin gaya hidup kita setara dengan mereka, hingga ekspektasi bos yang ingin kita bekerja menggunakan metode kerjanya saja. Dan gak jarang kita terjebak pada realita tersebut, realita untuk selalu merasa ingin memenuhi ekspektasi orang-orang dan kita jadi ‘kehilangan’ diri kita sebenarnya. Kita gak bisa mengekpresikan siapa diri kita.

Dalam menyikapi hal ini, gak ada salahnya untuk berani menjadi dirimu seutuhnya dan kelilingi dirimu dengan lingkungan yang mau menerima apa adanya kamu.

4. Terjebak pada Kesalahan Masa Lalu

via Freepik

Berbuat kesalahan adalah hal yang manusiawi. Namun sayangnya, meskipun masalahnya sudah selesai, tapi tidak benar-benar selesai di dalam pikiran. Kita masih saja mengaitkan diri kita dengan kesalahan masa lalu yang seolah membuat kita tidak pernah berdamai denga diri sendiri. Padahal semakin terawat, rasa bersalah itu bisa semakin berat dan menjadi beban. Sehingga anggap bahwa jika sebuah masalah selesai, maka itu selesai juga di dalam pikiranmu. Buka hati yang luas untuk mengikhlaskan kesalahan masa lalu, dan gak menghukum diri sendiri terlalu lama dengan rasa bersalah.

5. Konflik dengan Orang Lain Membuatmu Merasa Buruk

via Freepik

Setiap orang punya cara yang berbeda dalam menyikapi konflik. Terkadang konflik pun terjadi karena perbedaan kepribadian saja, bukan karena sungguhan terjadi gesekan. Misalnya: kakakmu yang orangnya terbuka mengadakan pesta dan memintamu untuk berkenalan dengan semua orang, menjalin pertemanan dengan teman-temannya. Di sisi lain, kamu tidak menuruti kemauannya karena kamu adalah pribadi yang lebih suka hubungan dengan teman yang dekat saja dan tidak menyukai keramaian pesta. Meskipun sekilas terlihat konflik, tapi di dalamnya itu adalah perbedaan kepribadian dan gak semestinya dipermasalahkan. Untuk itu berkonflik dengan orang lain gak mendefinisikan bahwa kamu buruk. Kita hanya punya kepribadian berbeda. Jangan sampai konflik dengan orang lain mensabotase dirimu.

Itulah beberapa alasan yang mungkin membuatmu jadi susah untuk mencintai diri sendiri. Jadi, sudahkah kamu mulai menumbuhkan sikap self-love?

 

Nurmarliana

Smile is her favorite magic. If you have one tell her through Instagram @liannurma.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Best Rimma.co Content Delivered to your Inbox
Rimma.co

Sebuah komunitas untuk kamu yang ingin meniti karir, mengelola keuangan, hingga mencintai diri sendiri.

Follow Us: