Perlu Dihindari, Ini 5 Kesalahan Pencatatan Keuangan yang Sering Dilakukan Bisnis Kecil

Dalam perusahaan, pencatatan keuangan jadi hal yang sangat penting. Pada akhirnya, catatan keuangan ini akan menjadi bahan untuk membuat laporan keuangan, dan akhirnya untuk dianalisis dari berbagai hal. Sehingga pencatatan ini bukan sekadar catatan transaksi, tapi ada proses pembukuan yang sebaiknya gak dilakukan asal. Karena meskipun usaha atau bisnis masih kecil, tapi pencatatan keuangan tetap perlu dilakukan secara benar. Berikut ini ada beberapa kesalahan pencatatan keuangan yang umum dan perlu dihindari oleh bisnis kecil:

1. Menunda Pembukuan Keuangan

via Freepik

Setiap transaksi uang keluar atau masuk, perlu ada pencatatan. Hingga akhirnya bisa dibuat pembukuannya. Dan jangan tunda saat melakukan pembukuan itu. Begitu sudah masuk periode pencatatannya, maka sebaiknya segera lakukan. Jangan ditunda karena jika sudah menumpuk justru akan membuat kamu semakin bingung. Bahkan untuk perhitungan pajak pun akan sangat penting dan selanjutnya untuk melakukan rekonsiliasi.

2. Mencampuradukkan Pengeluaran Bisnis dan Pribadi

via Freepik

Hal ini sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan. Keuangan bisnis dan pribadi sudah memiliki ranah yang berbeda. Meskipun notabene kamu pemilik bisnis itu, tapi perlu ada batasan yang jelas untuk pemakaian keuangan perusahaan. Dan jika sudah sangat terdesak untuk memakai keuangan bisnis pun perlu ada pencatatan yang jelas.

3. Membuang Kwitansi dan Bukti Pembayaran Lain

via Freepik

Bisnis yang kamu punya mungkin masih kecil. Tapi justru inilah kesempatan untuk membiasakan diri sebagaimana perusahaan profesional besar yang sudah teratur mengelola laporan keuangannya. Arsipkan bentuk-bentuk bukti pembayarannya. Jika kamu merasa kerepotan, bahkan bisa di-scan untuk selanjutnya disimpan secara digital. Sehingga untuk periode-periode selanjutnya bisa dilihat kembali barang kali dibutuhkan.

4. Mencatat Pembayaran untuk Diri Sendiri sebagai Pengeluaran Bisnis

via Freepik

Mungkin ada saatnya kamu butuh belanja keperluan pribadi, hindarkan untuk mencatatnya sebagai pengeluaran keuangan bisnis. Karena bisa saja ini jadi memperbesar pengeluaran yang sebenarnya tidak ada bagi bisnismu, dan pada akhirnya justru malah membingungkan kamu saat pembukuan.

5. Tidak Menganalisis Hasil Laporan Keuangan

via Freepik

Laporan keuangan bukan cuma sederet angka kumpulan transaksi aja. Apalagi jika laporan keuangannya telah disajikan dalam berbagai bentuk seperti neraca, laporan perubahan posisi modal, atau pun laporan laba rugi. Karena dari laporan keuangan sebenarnya ada banyak hal yang bisa dianalisis. Misalnya produk apa yang cenderung banyak dibeli konsumen, berapa rata-rata keuntungan yang diterima perusahaan tiap bulan, pada momen apa biasanya pendapatan perusahaan akan naik, dan masih banyak lagi. Sehingga, laporan keuangan memang bisa dijadikan sebagai alat analisis untuk melakukan perencanaan selanjutnya.

Itulah beberapa hal yang sebaiknya dihindari oleh para pebisnis meskipun bisnisnya masih kecil. Karena meskipun skalanya masih kecil, tapi pembukuan mempunyai peran yang penting bagi perusahaan.

Nurmarliana

Smile is her favorite magic. If you have one tell her through Instagram @liannurma.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Best Rimma.co Content Delivered to your Inbox
Rimma.co

Sebuah komunitas untuk kamu yang ingin meniti karir, mengelola keuangan, hingga mencintai diri sendiri.

Follow Us: