Kalahkan Hasrat Belanja, Taklukkan dengan 3 Tantangan Menabung yang Seru Ini

Sudah sekian lama mencoba menabung, namun uang yang disisihkan tak kunjung terkumpul jua. Setiap bulannya, ada aja kebutuhan mendadak yang mau tak mau harus tetap dibayarkan. Meski sesekali dapat tambahan bonus, lemburan, dan fee pekerjaan sampingan, penghasilan yang didapatkan serasa menguap tak berbekas begitu saja. Sebenarnya, perencanaan keuangan kita sekarang sudah sehat, belum sih? Lakukan pelan-pelan namun pasti, yuk rawat hasil kerja kerasmu dengan tantangan menabung ini;

1. Cari Tahu Karaktermu. Apakah Kamu Termasuk Tipe Pembeli Impulsif? Atau, Kamu Justru Termasuk Tahan Godaan Saat Berbelanja?

via unsplash.com/belart84 (Artem Bali)

Coba, deh lewat pusat perbelanjaan di area toko yang kamu sukai. Lihat barang-barang lucu, kira-kira tahan tidak, ya untuk tak membelinya? Bagi tipikal konsumen impulsif, tentu mengelola hasrat berbelanja seperti ini bukan perkara mudah.

Bagai permainan, kini saatnya kamu mengendalikan pemikiran dan hasratmu sendiri. Cari tahu bagaimana caramu membelanjakan uang. Apakah kamu lebih sering berbelanja dengan uang tunai atau menggunakan kartu debit dan kartu kredit.

Tantangan:

Untuk berbelanja kebutuhan pokok dan sehari-hari, gunakan uang tunai yang telah direncanakan dan diperhitungkan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari berbelanja barang yang tidak perlu. Sementara untuk tagihan, kita bisa menggunakan fasilitas auto debet agar tagihan tidak menumpuk dan menunggak. Dengan begini, kita masih bisa memanfaatkan uang lebih yang tersisa.

2. Bagi Si Impulsif, Menabung Lebih Dari 30% Setiap Bulannya Tentu Akan Terasa Menyiksa. Tak Mengapa Menabung Dalam Porsi Lebih Sedikit, Namun Konsisten

via freepik.com

Orang dengan karakter yang sabar tentu tidak sulit menabung dalam porsi besar, bahkan sanggup menabung hingga 40% dari total penghasilan. Namun, bagi kita yang masih belajar untuk teratur dan konsisten dengan diri sendiri, menabung dengan cara seperti ini justru memaksakan diri.

Tantangan:

Punya keinginan ini dan itu selepas gajian, normal-normal aja, kok. Setiap manusia dianugerahi hasrat untuk menguasai dan memiliki. Nah, kalau sudah begini, pilih satu barang yang paling diinginkan yang bisa memberikanmu rasa puas.

Dengan cara ini, kita bisa terhindarkan dari rasa kecewa saat belum rejeki untuk memiliki barang yang lainnya. Setelah puas memiliki barang yang diinginkan, saatnya menabung uang dari gaji atau penghasilan di rekening khusus tabunganmu, ya.

[su_box title=”Editor’s Pick:”]

[/su_box]

3. Tetap Termotivasi, Sebenarnya Cara Inilah yang Bisa Membengkakkan Nominal Tabungan Kamu

via unsplash.com/the_chronicles_of_us (Paige Cody)

Seperti yang telah diulas sebelumnya, kenapa sih uang selalu ludes sebelum waktunya? Padahal sudah berhemat pula. Hal ini dikarenakan jumlah penghasilan yang cenderung konstan, dengan kebutuhan hidup yang semakin beragam. Nah, semakin lebar dan bertambah penghasilan kita, maka porsi uang yang bisa disisihkan juga lebih banyak. 

Tantangan:

Maunya sih menambah penghasilan. Tapi serasa waktu berputar begitu cepat. Bekerja dan menempuh perjalanan seharian betul-betul membuat lelah. Tak perlu jauh-jauh dan berpikir terlalu rumit, kita bisa mendulang rejeki dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita.

Ya, internet. Yang saat ini ada dalam genggamanmu. Banyak sekali peluang mendapatkan rejeki yang bisa kamu lakukan sesuai dengan minatmu. Punya penghasilan dari banyak sumber pendapatan, tentu akan menambah pundi-pundi tabunganmu.

Pilih satu tantangan menabung yang harus kamu lakukan secara rutin agar menjadi kebiasaan yang konsisten. Sebagai tujuan akhir, lakukan tantangan menabung nomor 3 dengan pantang menyerah. Semangat!!

No Comments Yet

Comments are closed