Menjadikan Stress Sebagai Teman? 4 Langkah Ini Perlu Dilakukan Untuk Mewujudkannya

Banyak orang beranggapan bahwa stress merupakan ‘musuh’ dan penyebab ketidakbahagiaan. Oleh karena itu, menghindarinya acapkali dijadikan sebagai alternatif cara untuk mengatasinya. Padahal, cara tersebut malah bisa membuat level stress-mu semakin tinggi, lho. Dan faktanya, banyak orang dan ahli yang mengemukakan kalau sebenarnya stress itu justru dapat memacu kita untuk berkembang lebih baik. Hmmm… Jadi, bisa gak kira-kita kita menjadikan stress sebagai teman?

via pexels.com

Jawabannya adalah bisa. Ketika mengalami stress, hormone stress yang dikenal dengan nama cortisol dilepaskan. Cortisol ini baik jika terjadi dalam waktu singkat karena meningkatkan rentang fokus kita dalam mengerjakan sesuatu. Namun, jika levelnya sudah tinggi, malah dapat memberikan pengaruh buruk untuk sel-sel otakmu dan sistem imun tubuh yang berujung pada penyakit. Nah, sebagai solusinya, penulis dari ‘Peak Performance’, yakni Brad Stulberg dan Steve Magness membagikan 4 langkah yang dapat kamu ikuti ini.

1. Memilih kondisi yang ingin kamu kuasai agar stresmu bisa fokus menyelesaikan masalah di situ

via freepik.com

Ketahui lebih dulu dan spesifikkan hal apa yang ingin kamu atasi. Tanpa adanya perencanaan, maka akan sulit bagimu untuk fokus pada sasaran yang ingin kamu wujudkan tersebut. Begitu mengetahui secara jelas, maka kamu pun mengalihkan stresmu menjadi fokus pada langkah-langkah selanjutnya yang harus kamu ambil. Hal itulah yang dilakukan oleh orang-orang sukses dari berbagai profesi. Mereka mengetahui apa yang mereka takutkan dan berusaha menaklukannya.

2. Melihat stress dari sisi positif

via freepik.com

Keluar dari zona nyaman dan menghadapai tantangan yang belum pernah dirasakan, bukanlah hal yang mudah dan bisa memicu stress. Mungkin berbagai pikiran negatif atas sasaranmu muncul, tapi hadapilah kecemasanmu itu. Karena sebenarnya hal tersebut hanya terjadi dalam pikiranmu. Dengan melihatnya 0dari sisi positif, pada dasarnya stress yang muncul bisa menstimulasimu untuk meningkatkan performamu.

3. Memberikan jeda untuk istirahat

via freepik.com

Berbeda dengan ‘menghindari’ yang berarti menyerah pada sasaranmu. Memberikan jeda untuk istirahat, berarti kamu hanya melakukannya untuk sementara. Contohnya jika kamu merupakan seorang penulis, beralihlah pada hobi atau projek singkat. Jika kamu seorang atlet, kamu bisa beralih pada latihan lebih ringan. Dengan begitu, pikiran dan fisikmu bisa menjad lebih fresh begitu kembali mengejar sasaran jangka panjangmu.

4. Kembali ke rutinitas

via freepik.com

Begitu kamu merasa lebih fresh, kembalilah kepada rutinitasmu. Jika memungkinkan dorong dirimu untuk melakukan pencapaian lebih besar. Misalnya, bagi para atlet dengan melakukan jenis latihan baru. Dengan begini level kemampuanmu pun akan meningkat.

Selain melakukan ke-4 langkah tersebut, untuk membantumu lebih memahami stress, kamu bisa mengecek video TED dari Psychologist Kelly McGonigal berikuti ini.

So, siapkah kamu untuk merangkul stress dan menjadikannya sebagai peluang untuk memaksimalkan potensimu?

4 Shares
Athiah D Amida

She loves to express herself through writing and art

Best Rimma.co Content Delivered to your Inbox
Rimma.co

Sebuah komunitas untuk kamu yang ingin meniti karir, mengelola keuangan, hingga mencintai diri sendiri.

Follow Us: