Keraguan Menghalangi Langkahmu? Bantu Dirimu untuk Tak Takut Melangkah ke Depan dengan Menyadari Hal Ini

Masih ingat cita-cita waktu masih kecil dulu? Mungkin banyak dari kamu yang pengin jadi presiden, dokter, desainer atau pilot, tapi ternyata pas udah gede, jalan yang kamu tempuh mengatakan lain. Keraguan mulai tumbuh dalam benakmu, hingga akhirnya kamu melupakan impianmu semasa kecil. But, gak ada kata terlambat untuk meraih mimpimu, girls!

View this post on Instagram

What’s your dream? What’s something that you really want to achieve in your life? Be honest with yourself and find a way to get there — Resonation Women Empowerment Conference #resonation2018

A post shared by RESONATION | WOMEN CONFERENCE (@resonationid) on

Seperti apa kata Nina Moran, co-founder dari majalah GoGirl & Resonation, bahwa yang namanya kesempatan itu akan selalu ada selama kamu mau menjemputnya. Itulah pesan yang ingin disampaikan olehnya melalui event Resonation yang akan diadakan 1 Desember 2018 mendatang di The Kasablanka, Jakarta. Tim Rimma berkesempatan buat ngobrol bareng Nina Moran buat nyari tahu “bocoran” tentang tema dan apa aja yang bisa kita dapatkan dari konferensi perempuan terbesar di Asia Pasifik ini. Yuk simak di bawah ini:

Resi (R): Tahun lalu Resonation fokus sama tema women empowerment dengan tema “What’s Stopping You?”. Hal baru apa yang bakalan ada di tahun ini?

Nina Moran (NM): Untuk tahun ini, temanya “Build Your Own Door” dan akan ada sedikit flashback dari tahun lalu. Saat ini kita hidup di zaman yang media sosial banget dan jadi sering membandingkan diri sama orang lain yang kelihatannya punya kesempatan lebih dari kita. Tapi sebenarnya, aku mikir kalau yang namanya pintu kesempatan itu harus digedor, bahkan mungkin dibikin sendiri. Nah, itulah makannya aku ngundang orang-orang yang udah membuktikan hal tersebut.

“Pintu kesempatan itu harus diketok satu-satu, kalau perlu digedor, atau bikin aja sendiri pintunya.”

R: Boleh cerita sedikit tentang pembicara dan alasannya Resonation mengundang mereka?

NM: Opening-nya bakal dibuka sama Jenny Yusuf, dulu dia sering dibilang kalau karirnya sebagai penulis bakalan terhambat dengan kepindahannya ke Bali. Buktinya dia sukses jadi scriptwriter Filosofi Kopi yang sukses banget. Dia bakal nyeritain tentang kisahnya, nih. Lalu, Greta Van Riel akan ngasih tahu caranya membuka peluang tersebut dari cerita startup yang dia punya.

Setelah itu, sesi panel akan dimulai dengan Stefanie Kurniadi, co-founder CRP Group (Warunk Upnormal); Grace Natalie, pendiri Partai Solidaritas Indonesia; Eka Sari Lorena, entrepreneur & Presiden Direktur PT Jaslin Cairos Prima. Mereka tuh orang-orang yang berhasil membuka jalan mereka dengan ide yang mungkin awalnya banyak diragukan banyak orang, supaya kita bisa ngobrol dan belajar sama mereka.

 

R: Kalau flashback sedikit, awalnya Mbak Nina tercetus buat bikin Resonation itu apa?

NM: Aku suka dengerin curhatan orang yang masuk ke inbox aku. Dari situ, sebenarnya aku bisa lihat kalau banyak perempuan tuh tahu yang dia mau, tapi gak berani. Atau buat mereka yang masih tahu, kadang juga suka gak nyari tahu. Aku gemes pengin mempertemukan semua perempuan dengan orang-orang yang udah menghadapi banyak rintangan dan sukses di bidangnya.

 

“Aku udah pernah ke banyak konferensi serupa di seluruh dunia, tapi cara penyampaiannya selalu kayak berjarak. Nah, kalau di event yang sesama perempuan kayak Resonation ini, sisterhood-nya bisa kerasa dan lebih luwes.

 

R: Ada pesan-pesan buat para perempuan tentang apa yang bisa didapetin di Resonation?

NM: Kita bakal banyak denger cerita orang lain dan saling berbagi cerita. Buka pikiran, buka hati, dan enjoy the process. Aku pengin di sesi akhir acara tahun ini ada sesi yang powerful banget bareng Idil Ahmed, founder dari Idillionaire dan penulis buku Manifest Now; dan Maya Hasan, pemain dan musisi harpa. Aku pengin orang-orang bisa pulang dengan rasa lega dan merasa diperbaharui, supaya bisa lebih percaya kalau mereka itu bisa.

 

R:Personally, apa harapan dari Mbak Nina buat para peserta yang udah datang?

NM: Aku selalu percaya kalau semua “perang” itu dimenanginnya di hati. Kita bisa pinter banget dan tahu segala macem, tapi kalau dari kitanya banyak keraguan itu bakal menghalangi kita. Jadi aku harap semua peserta setelah acara ini, mereka bisa bener-bener menghilangkan rasa itu.

Duh, penjelasan dari Nina Moran di atas makin gak sabar buat ketemu, mendengarkan, dan berbagi cerita dengan speakers yang bakalan hadir di Resonation 2018 nanti. Jangan sampai kehabisan tempat buat dapetin kesempatan emas ini, girls. Cari info lengkap dan dapatkan tiketnya di sini, yuk! It’s time to build your own door!

7 Shares
Ridwan Efendi

Bandung

When there is food, there is me. I enjoy walking around the city. Oh, and also, coffee. Follow me on Instagram @fendibeau. I'll see you there.