Sudah Saatnya Kita Aktif Menghentikan Diskriminasi Perempuan di Dunia Kerja dengan Menyuarakan Keseteraan Gender, Mulai Dari Sekarang, Yuk?

Jakarta, November 2018. Bicara soal kesempatan kerja buat kaum perempuan, gak bisa dipungkiri perkembangannya memang udah pesat banget dibanding dulu. Meskipun begitu, sayangnya masih suka ada tindakan-tindakan diskriminasi baik yang dilakukan secara sadar ataupun enggak, nih. Dari mulai perbedaan gaji, wewenang, sampai kasus pelecehan yang dialami perempuan di tempat kerja.

Via pexels.com

Kalau ditelusuri lebih dalam, stereotip bahwa perempuan lebih lemah daripada laki-laki memegang peran penting mengakibatkan terjadinya diskrimasi-diskriminasi tersebut. Anggapan kalau perempuan terlalu mengedepankan emosi alias gampang baper, sering jadi alasan terjadinya ketimpangan di dunia kerja. Gak cuman itu, ucapan-ucapan verbal seksisme juga memperparah itu semua.

Sering mendengar ungkapan seperti, “Perempuan mana bisa angkat yang berat-berat” atau “Dasar perempuan, bawel banget.”? Kalau iya, itu adalah bentuk seksisme yang bisa jadi tanpa sadar terjadi di lingkungan kita.

Yup, saking pernyataan-pernyataan seperti di atas itu sering banget ditemui, hal ini membuat banyak orang termasuk kaum perempuan itu sendiri suka gak ngeh kalau ucapan seperti itu adalah bentuk lain dari diskriminasi. Menanggapi hal ini, perusahaan yang sudah dikenal dengan produk perawatan rumah tangga dan personal, Procter & Gamble (P&G), bercita – cita untuk mewujudkan dunia yang bebas dari bias gender dan representatif suara yang setara bagi pria dan wanita. Untuk itu, kemarin P&G turut berpartisipasi dalam acara Indonesian Women’s Forum 2018 yang diadakan di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Via P&G

Dalam acara tersebut, terdapat forum bertema “The Future of Work #WeSeeEqual” (Masa Depan Dunia Kerja#WeSeeEqual). Di sini P&G menghadirkan pembicara Internasional, Dr. Indigo Triplett yaitu CEO 4D Performance dan penulis buku Playing by Unwritten Rules. Dalam kesempatan ini, Dr. Indigo membahas stereotip dan mitos apa saja yang ada sehingga menciptakan hambatan bagi wanita untuk berkembang.

Selain itu, dalam panel #SiapaBilangGakBisa hadir pula Pantene Brand Ambassador, seperti Anggun yang mewakili wanita kuat Indonesia dalam menyuarakan kesetaraan gender di karir global. Serta Maudy Ayunda mewakili wanita muda yang saat ini tengah meniti karir dengan penuh semangat dan berkaca kepada wanita sukses. Sebagai salah satu bukti nyata dari #SiapaBilangGakBisa, hadir juga Silvia Halim dan Najwa Shihab yang berbagi pengalaman sebagai pemimpin wanita di bidang pekerjaan yang didominasi pria dengan harapan dapat memberi inspirasi bagi para wanita karir Indonesia.

Foto 2.JPG
Via P&G

“Sebagai remaja yang hidup di era modern, banyak pilihan untuk menentukan masa depan karir mereka, sayangnya wanita harus berusaha lebih untuk menjadi paling unggul dibandingkan pria, terutama dalam hal pendidikan dan pekerjaan. Wanita muda saat ini harus menjadi lebih kreatif, kritis dan up-to-date. Meskipun berkarir di dunia entertainment, banyak yang bilang buat apa lagi sekolah tinggi? Tapi hal itu tidak membatasi diriku, karena kita sendiri yang menciptakan apa yang kita impikan,” ungkap Maudy Ayunda.

Foto 1.JPG

“Kami yakin bahwa kunci dari keberhasilan dari suatu organisasi adalah dengan terciptanya kesetaraan hak dan kesempatan bagi pria dan wanita. Upaya ini sejalan dengan salah satu semangat P&G Citizenship Pillar, yakni Gender Equality dan Diversity and Inclusion. Upaya kesetaraan gender di perusahaan kami memberi dampak positif dalam pertumbuhan bisnis dan diharapkan dengan inisiatif ini, kita semua dapat menghapus hambatan isu gender di tempat kerja dan dapat memberdayakan perempuan dengan membuka potensi karirnya,” jelas Nararya Sanggramawijaya Soeprapto, Corporate Communications Director PT Procter & Gamble Indonesia. Menciptakan dunia yang lebih baik melalui kesetaraan gender juga dilaksanakan oleh brand P&G Pantene melalui program #SiapaBilangGakBisa, dimana melalui gerakan ini diharapkan para perempuan dapat lebih berani dalam mewujudkan mimpi dan menjadikan dirinya diluar ekpektasi.

Sudah saatnya kita berperan lebih aktif dalam menciptakan dunia yang bebas dari ketimpangan, terutama yang berkaitan sama perbedaan gender, nih. Menurut kamu sendiri, gimana sih, caranya mewujudkan cita-cita tersebut? Bagi jawabannya di kolom komentar, ya.

4 Shares
Nurmarliana

She walks to find out something new. Catch her on instagram @liannurma