Orang Terdekatmu Mengalami Gangguan Kecemasan? Yuk, Pahami dan Hadapi dengan 6 Cara Ini!

Pernahkah kamu melihat teman atau anggota keluargamu menunjukkan tanda-tanda gelisah seperti was-was, sulit fokus, tegang, atau terlalu sensitif? Jika jawabannya iya, ada kemungkinan temanmu itu mengalami anxiety disorder atau gangguan kecemasan berlebihan, nih.

Meskipun sebenarnya kecemasan adalah hal yang lumrah dialami manusia, tapi minimnya wawasan mengenai kesehatan mental bisa membuat orang-orang menyepelekan penderita gangguan ini, lho. So, sudah semestinya kita tahu cara mendukung orang-orang yang memiliki gejala anxiety ini. Mulai dari 5 cara di bawah ini, yuk.

1. Cari tahu, pahami dan hindari pemicu anxiety disorder

Via Freepik.com

Dilansir dari Medical News Today, pemicu terjadinya anxiety itu sangat kompleks, lho. Beberapa di antaranya bisa terjadi karena faktor lingkungan, keadaan stres dalam hubungan atau masalah keuangan. Namun, ada juga pemicu lain seperti faktor genetik, efek samping obat-obatan, masalah pada otak, bahkan penggunaan zat terlarang.

Jadi, sebelum menghadapi kecemasan temanmu ini, kamu bisa mengajaknya untuk bercerita tentang problem yang sedang dialaminya. Tapi, kalau temanmu sedang gak ingin curhat, kamu harus lebih bersabar, ya. Tunggu waktu yang tepat sampai ia merasa nyaman menceritakan permasalahannya.

2. Bersabarlah, dengarkan ia bercerita, dan tetap tenang menghadapinya

Via pexels.com

Beberapa orang yang mengalami anxiety disorder akan menceritakan kecemasan yang sama kepadamu berulang-ulang. Di sinilah peranmu sebagai teman sangat dibutuhkan. Kamu harus tahu kalau di balik pengulangan cerita itu, ada upaya untuk menghalau ketakutannya. Yang perlu kamu lakukan adalah terus menyatakan bahwa ia gak perlu cemas dan hal baik akan terjadi untuknya. Dengan begitu, temanmu akan merasa mendapat dukungan dan ketenangan yang lambat laun akan menguatkannya. 

3. Be there, terus berada untuknya kapanpun ia membutuhkanmu

Via Freepik.com

Buat temanmu percaya bahwa ia memiliki teman yang bisa diandalkan kapan saja. Ibaratnya meski hanya 5 menit, kehadiranmu untuknya di saat ia membutuhkanmu adalah hal yang bisa membuatnya tenang. Seringkali orang yang mengalami gangguan ini juga gak menginginkan simpatimu, melainkan pengertian dan waktu yang dibutuhkannya untuk mengendalikan kondisinya.

Oh iya, temanmu mungkin akan merasa khawatir jika alasan kecemasannya gak diterima lingkungan sekitar. Tegaskan padanya bahwa ia gak perlu merasa lebih buruk dari yang lain. Sebab, seseorang yang tidak memiliki kecemasan berlebih sepertinya gak berarti lebih sempurna, dan masalah akan selalu ada untuk setiap manusia, bukan hanya untuknya.

Buat temanmu percaya bahwa ia memiliki teman yang bisa diandalkan kapan saja.

4. Dorong temanmu agar mau melakukan sesuatu untuk memulihkan kecemasannya

Via pexels.com

Gangguan kecemasan itu jarang reda dengan sendirinya. Ia membutuhkan usaha dari penderitanya untuk berusaha menghilangkannya. Dibutuhkan juga motivasi dari orang terdekat untuk membantu mengatasi gangguannya tersebut. Tapi, bukan berarti kita perlu memaksakannya untuk berhenti cemas.

Kamu bisa mulai membantunya dengan mencari segala informasi tentang anxiety disorder di internet atau buku-buku psikologi. Ajak temanmu agar lebih aware untuk mengatasi kecemasannya lebih lanjut, agar ia gak perlu khawatir lagi akan serangan kegelisahan yang datang tiba-tiba.

5. Ajak ia untuk mencari bantuan profesional dan terus dukunglah

Via pexels.com

Konsultasi pada ahli psikologi hampir selalu dibutuhkan untuk membantu penderita anxiety disorder mengatasi kecemasannya. Hal ini dikarenakan para ahli terapi profesional lebih memahami tentang penyebab dan gejala yang dialami, ketimbang penderitanya sendiri!

Seperti yang dilansir pada laman Anxiety Centre, cara paling efektif untuk mengatasi gangguan kecemasan adalah dengan kombinasi antara informasi pertolongan diri yang baik dengan pelatihan atau terapi profesional, yang sering disebut sebagai Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Ajak temanmu yang untuk mengkuti sesi terapi dengan tenaga medis profesional dan terus temani dia selama masa pelatihan itu berlangsung.

6. Rayakan keberhasilan kecil kalian!

Via Freepik.com

Gak ada salahnya jika kamu merayakan keberhasilan temanmu yang mulai mampu mengatasi kecemasannya meski hanya sesaat. Setelah menjalani pelatihan atau bimbingan, kamu juga boleh memberinya kejutan perayaan kecil-kecilan atas keberaniannya keluar dari kecemasannya itu. Selebrasi atau syukuran yang kalian nikmati berdua bisa mendorong temanmu agar mau terus memulihkan gangguan kecemasannya, lho! Sebab, ia akan merasa bahwa upayanya mengatasi kecemasannya bisa dihargai dan dipercaya.

Memiliki gangguan kecemasan berlebih bukanlah suatu hal yang patut disalahkan apalagi direndahkan, girls! Kecemasan itu normal terjadi pada setiap manusia, hanya saja kecemasan yang dialami temanmu itu lebih sering muncul. Jadi, kamu gak perlu menganggapnya aneh, apalagi membeda-bedakannya. Dari keenam cara di atas ada dua hal yang wajib kamu lakukan, yaitu memahami dan mendengarkan kecemasannya dengan sabar.

Testimoni dari seseorang yang pernah mengalami anxiety disorder:

 

Siti Annisa

Bagian dari spektrum!

No Comments Yet

Comments are closed

Best Rimma.co Content Delivered to your Inbox
Rimma.co

Digital media dan komunitas untuk mendukung wanita di bidang karir, usaha, dan keterampilan. Yuk gabung dan tanya-jawab seputar karir, usaha, dan problema lainnya di girlwecan.com

Follow Us: