Sama Pentingnya, 7 Solusi Bijak Ini Dapat Membantu Mama Mengurus Anak dengan Optimal Meski Harus Berkarir Di Luar Rumah

Memutuskan untuk menjadi working mother memang mengharuskan kita untuk mengeluarkan tenaga ekstra. Mama dituntut harus bisa melakoni dua peran sekaligus, yaitu mengurus anak di rumah dan menjadi pekerja kantoran di luar rumah. Hal ini tentunya sedikit banyak akan membuat Mama kebingungan untuk membagi waktu dengan baik.

Waktu, kata benda yang sering menjadi dilema di antara para Ibu pekerja. Di satu sisi ada anak yang sudah jelas berhak atas waktu dan perhatian Mama. Tapi di sisi lain, tumpukan pekerjaan juga tak bisa selesai dengan sendirinya tanpa dikerjakan. Tak perlu risau, Ma. Menjadi seorang pekerja kantoran bukan halangan untuk mengurus anak secara optimal. Setidaknya 7 hal di bawah ini bisa membantu Mama menjalankan double tasks tersebut dengan baik.

1. Buatlah perencanaan di buku catatan atau bullet journal

Via Freepik.com

Dengan membuat to do list berisi apa saja yang tugas yang harus Mama selesaikan, akan mempermudah Mama untuk menyelesaikan pekerjaan Mama secara teratur. Agar optimal, jangan lupa untuk menuliskannya secata komprehensif, ya. Mama bisa memulai dari menentukan skala urgensi, tenaga dan waktu yang Mama miliki.

Segala pekerjaan yang ditulis harus lah realistis. Dengan kata lain, bukan harapan semata. Kuncinya adalah fokus. Fokus mengerjakan presentasi kantor, lalu jika sudah di rumah, fokus mengerjakan pekerjaan rumah. Sebab, tujuan membuat perencanaan itu hanya satu, yaitu bisa menyelesaikan semua tugas yang ditulis dan bukan menundanya.

2. Cobalah untuk menghindari multitasking yang tidak efektif

Via freepik.com

Bisa menjadi seseorang yang mampu multitasking itu memang keren, Ma. Tapi, jika Mama merasa kurang mampu dalam arti hanya mampu fokus pada satu hal dan malah merugikan tugas yang lain, sebaiknya kebiasaan ini dihindari saja. Pastikan juga niat Mama untuk multitasking dapat berjalan efektif dan efisien. Hal ini bisa diwujudkan dengan tidak memaksakan mengerjakan beberapa tugas yang nantinya malah bisa membuat Mama kerepotan dan semua tugas pada akhirnya jadi tidak selesai. Selalu ukur kadar kemampuan Mama agar Mama tidak kelabakan sendiri.

3. Pisahkan antara tanggung jawab pekerja dan tanggung jawab seorang ibu

Via Freepik.com

Cobalah untuk meninggalkan tanggung jawab sebagai seorang ibu ketika sedang berada di tempat kerja, dan begitupula sebaliknya. Mama bisa kembali menjalankan peran seorang ibu ketika sudah keluar dari tempat kerja. Jika Mama merasa khawatir dengan anak, Mama bisa sesekali mengecek keadaannya dengan menelponnya, kemudian fokuslah kembali pada pekerjaan. Selesaikanlah pekerjaan kantor di tempat bekerja, sehingga ketika Mama sudah kembali ke rumah, beban pekerjaan kantor yang harus diselesaikan sudah tak ada lagi. Dengan begitu, waktu yang akan dihabiskan bersama anak dan keluarga di malam hari bisa lebih dinikmati tanpa perlu membelah pikiran.

Editor's Pick:

4. Gunakan waktu sebelum dan sesudah bekerja, serta hari libur bersama anak

Di hari kerja, waktu optimal untuk ibu bekerja dapat berkomunikasi dengan anak adalah sebelum berangkat kerja dan setelah pulang kerja. Nah, gunakanlah kedua waktu itu untuk fokus mengurus anak, Ma. Di pagi hari Mama bisa menyiapkan bekal dan ikut sarapan bersama si kecil, sambil sesekali bercengkrama bertanya apa saja kegiatannya dan obrolan ringan lainnya. Untuk malam hari, Mama juga bisa mengajaknya makan malam bersama, bercanda, bermain ringan, juga membantunya mengerjakan tugas sekolah. Nah, khusus di hari libur, pastikan beraktivitas bersama anak dan keluarga lebih diprioritaskan. Jika Mama sedang merasa sangat lelah karena pekerjaan kantor, Mama bisa mengajak si kecil untuk tidur bersama, melakukan massage bersama, atau hanya sekadar bermalas-malasan di rumah. Setelah itu, baru deh bisa jadi produktif lagi!

Cobalah untuk meninggalkan tanggung jawab sebagai seorang ibu ketika sedang berada di tempat kerja, dan begitupula sebaliknya.

5. Lakukan aktivitas yang seru dan cocok dilakukan bersama anak

Via Freepik.com

Membaca buku, menggambar atau sekedar makan bersama bisa menjadi kegiatan cerdas yang tepat untuk dilakukan bersama anak. Pilih lah aktivitas yang tak hanya seru, tapi juga bermanfaat untuk perkembangan anak. Misalkan dengan membaca, memori anak akan terlatih untuk menyerap berbagai informasi sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir logis si kecil.

Jika Mama sedang terlalu lelah, cukup dengan mengajak anak makan bersama, bisa membuat anak merasa tetap diperhatikan dan memiliki kawan dekat. Mama juga bisa sekaligus memberitahu nama-nama buah dan sayur serta manfaatnya, sehingga sedikit demi sedikit anak bisa mengingat manfaat kandungan dari makanan yang akan dimakannya.

6. Berbagi tugas mengurus anak dengan suami

Via Freepik.com

Komunikasikan bersama suami, jika Mama merasa kesulitan mengatur waktu untuk bekerja di kantor, bekerja di rumah, dan mengurus anak. Suami yang mencintai keluarganya pasti akan bisa diajak bekerja sama. Ajak juga suami mengalokasikan waktunya untuk hal-hal yang berurusan dengan perkembangan anak.

Mama gak perlu sungkan meminta bantuan suami untuk mengurus anak dan menemaninya beraktivitas. Sebab perhatian yang lengkap dan adil dari ayah dan ibunya, akan membuat anak merasa semakin diperhatikan, disayangi, dan didukung.

7. Membatasi penggunaan gadget pada anak

Via Freepik.com

Hidup di era digital seperti saat ini memang susah kalau gak bersentuhan dengan gawai. Dengan segala efek positif dan negatifnya, kita gak mungkin menghindari penggunaan gadget pada anak. Sebab seiring berjalannya jaman, mau gak mau setiap orang perlu mengenal internet. Jadi, yang harus Mama lakukan adalah membatasi anak menggunakan internet, bukan melarangnya.

Dilansir dari portal berita CNN, durasi maksimal untuk anak usia 2 hingga 5 tahun dalam memakai gawai, direkomendasikan hanya 1 jam perhari. Nah, untuk yang berusia lebih dari 6 tahun, batasan waktu yang diperbolehkan bergantung pada aktivitas anak. Yang pasti Mama harus tetap mengawasi dan membimbing anak dalam menggunakan gadget terutama internet. Jelaskan juga tentang hal positif dan negatif yang bisa didapatkan dari internet.

Nggak ada yang lebih baik antara menjadi full time mother dan working mother. Keduanya adalah kebaikan. Sebab, kemampuan dan kebutuhan masing-masing keluarga itu berbeda. Ditambah lagi cita-cita individu seorang perempuan gak bisa disamaratakan antara satu dengan yang lain. Seorang ibu tetaplah seorang perempuan yang harus dihormati dan disayangi karena kerja kerasnya mengurus keluarga dan membimbing anak-anaknya.

9 Shares
Siti Annisa

Bagian dari spektrum!