6 Hal yang Patut Diwaspadai jika Kucing Peliharaan Selalu Mengeong Terus-terusan

Kalau mendengar kucing yang masih kecil bersuara ‘meow’, mungkin kita akan merasa terhibur dengat imutnya suara anak kucing tersebut. Tapi jika hal ini terjadi sama kucing yang sudah beranjak besar dan dilakukan terlalu sering, maka itu patut untuk diperhatikan lebih serius, girls. Dilansir dari petful.com, hal ini dianggap sebagai vokalisasi berlebihan. Gak selalu menandakan kalau kucing berkomunikasi kamu, ternyata ada juga alasan-alasan lain di balik vokalisasi ‘meow’ yang berlebihan itu. Yuk, coba cek beberapa alasann umumnya di bawah ini:

1. Penurunan Sensorik

via animalwidely.com

Kucing yang mulai mengalami penurunan fungsi penglihatan, pendengaran atau penciuman, dapat bersuara secara berlebihan. Selain itu, penurunan fungsi indera itu juga akan mengakibatkan kebingunan, lekas marah, dan sebagainya.

2. Kucing Memiliki Hipertensi

via meowkai.com

Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap ditemukan kasusnya pada kucing dewasa. Akibatnya, kucing akan lebih sering bersuara ‘meow’ atau bahkan menjerit sebagai akibat yang ia rasakan karena hipertensi tersebut. Jadi, harus lebih perhatian lagi dengan apa yang dirasakan kucing, nih.

3. Terjadi Hipertiroidisme

via paws-and-effect.com

Hipertiroidisme adalah kondisi dimana tiroid berperan terlalu aktif. Tiroid terdiri dari dua kelenjar yang terletak di kedua sisi tenggorokan di dasar leher kucing. Kelenjar tersebut menghasilkan tiroksin, hormon yang membantu mengatur tingkat metabolisme. Dalam beberapa kasus, tiroid menjadi terlalu aktif dan menghasilkan jumlah berlebihan tiroksin. Akibatnya kucing bisa menjadi hiperaktif, gelisah, dan vokalisasi ‘meow’ secara berlebihan.

4. Kucing sedang Merasakan Sakit

via nypost.com

Tentunya ini diperlukan diagnosa lebih serius. Namun, kucing yang sedang merasakan sakit sangat mungkin bersuara lebih sering untuk menunjukkan rasa sakitnya. Banyak kasus kucing dewasa memiliki penyakit gigi yang serius, radang sendi, atau nyeri neurologis.

5. Terdapat Gangguan pada Sistem Saraf Pusat

via pictures-of-cats.org

Gangguna pada sistem saraf juga dapat menyerang kucing, girls. Bahkan ada pula yang akan menimbulkan tumor. Tumor yang paling umum adalah meningioma, sejenis tumor yang dapat tumbuh lambat dan menyebabkan perubahan perilaku, neurologis serta vokalisasi kucing. Jangan sampai ini terjadi pada kucingmu, ya.

6. Penurunan Kemampuan Mengenali Sekitarnya

via thesprucepets.com

Meskipun hal yang satu ini juga kerap terjadi pada anjing, tetapi kucing pun dapat mengalaminya. Jika kucing mengalami penurunan kemampuan untuk mengenali sekitarnya, itu menandakan memori, kemampuan belajar, persepsi visual dan pendengaran mungkin terganggu. Kucing bisa melupakan apa yang biasa mereka ketahui dengan baik, misalnya wadah pakannya atau bahkan tempat baki. Apabila terjadi, hal tersebut dapat meningkatkan kecemasan dan kecenderungan bereaksi lebih agresif. Ia pun akan lebih sering bersuara ‘meow’ lebih sering sebagai wujud kebingungannya.

Itulah beberapa alasan kenapa kucing dewasa sering bersuara ‘meow’. Jika sudah ada tanda-tandanya, gak ada salahnya untuk membawa ke dokter hewan. Sehingga dapat diketahui apa yang sebenarnya dialami oleh kucingmu.

Shares 72
Nurmarliana

She walks to find out something new. Catch her on instagram @liannurma