Gemuk Bukan Berarti Gak Sehat, Ini 3 Fakta bahwa Mereka yang Bertubuh Besar Bisa Jauh Lebih Sehat

Mempunyai tubuh langsing sering diasosiasikan dengan bentuk tubuh yang sehat, sementara tubuh gemuk dianggap rentan terkena penyakit. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak dapat dibenarkan sepenuhnya. Orang gemuk dengan riwayat tertentu memang rentan terkena penyakit. Namun ternyata, ada pula orang-orang gemuk tertentu yang justru memiliki sistem metabolisme yang lebih sehat. Seperti apa, sih, hubungan berat badan dan kesehatan seseorang? Yuk, simak ulasannya seperti dilansir dari Refinery29 berikut ini:

1. Indeks Massa Tubuh/BMI (Body Mass Index) Tidak Bisa Menjadi Patokan Sehat Tidaknya Seseorang

Obesity Gemuk Bukan Berarti Gak Sehat, Ini 3 Fakta bahwa Mereka yang Bertubuh Besar Bisa Jauh Lebih Sehat
via eurativ.com

Menurut Rebecca Puhl, PhD, Direktur Rudd Centre For Food Policy & Obesity, orang-orang yang kurus dan langsing sekalipun memiliki potensi yang sama terkena penyakit, akibat gaya hidupnya yang tidak sehat. Begitupula sebaliknya, seseorang dengan indeks massa tubuh yang termasuk kategori overweight pun bisa memiliki kondisi kesehatan yang prima, lantaran makan makanan yang sehat dan bergizi, rajin berolahraga, dan memiliki tekanan darah yang baik.

2. Hanya Dokter yang Mampu Menentukan Sehat Tidaknya Seseorang melalui Metode Pemeriksaan yang Tepat

FAN9003131 Gemuk Bukan Berarti Gak Sehat, Ini 3 Fakta bahwa Mereka yang Bertubuh Besar Bisa Jauh Lebih Sehat
via pokitdok.com

Menentukan sehat tidaknya seseorang hanya dengan melihatnya memang bukan pilihan yang bijak. Diperlukan penilaian menyeluruh secara medis yang terbukti akurat, dan dapat dipertanggung jawabkan dari tenaga profesional dibidangnya, yaitu dokter.

3. Stigma Masyarakat Mengenai Orang Gemuk di Lingkungan Sekitar

205272316 Gemuk Bukan Berarti Gak Sehat, Ini 3 Fakta bahwa Mereka yang Bertubuh Besar Bisa Jauh Lebih Sehat
via fertilitsya.com

Tidak dipungkiri, peran budaya dalam membentuk pola pikir masyarakat mengenai orang-orang ‘gemuk’ sedikit demi sedikit mulai perlu diluruskan kembali. Dr. Puhl mengatakan, orang-orang gemuk mulai menginternalisasi, dan melabeli dirinya sendiri dengan negatif. Justru dengan pikiran-pikiran negatif seperti ini, seseorang jadi lebih rentan terkena penyakit.

Baik langsing, maupun ‘berisi’, yuk, lebih empati dan toleran kepada siapapun tanpa pandang bulu. Tak ada yang lebih menyenangkan saat hidup sehat juga bahagia, bukan?

Shares 124

Rimma.co on Instagram: