Yang Terlalu Memang Tidak Selalu Baik, Inilah 6 Tanda bahwa Anak Terlalu Dimanjakan

Menyayangi, memperhatikan kebutuhan anak, serta memberi makanan sehat merupakan kewajiban orang tua. Tapi apa yang terjadi kalau yang orang tua berikan terlalu berlebihan? Ingin ini, itu, semuanya terpenuhi dengan sekejap mata. Seolah-olah seisi dunia pun bisa diberikan jika anak meminta.

Perlahan-lahan dan kemudian jadi kebiasaan, anak akan selalu menganggap apa yang dia inginkan dapat segera terpenuhi. Dan ketika suatu kali orang tua tidak bisa memberikan apa yang anak minta, anak tersebut bisa menangis sepanjang hari. Itu adalah dampak buruk jika anak terlalu dimanjakan. Nah, ketujuh tanda berikut ini mungkin saja sering dilakukan pada anak yang terlalu dimanjakan:

1. Jarang, bahkan tidak pernah berkata tidak

Parental-psychiatric-disorders-linked-to-suicide-violence-of-children-Study Yang Terlalu Memang Tidak Selalu Baik, Inilah 6 Tanda bahwa Anak Terlalu Dimanjakan
upi.com

Rasa sayang kepada anak memang selalu mengalahkan segalanya; termasuk mengiyakan segala apa pun yang anak mau. Tidak peduli apakah orang tua sanggup, atau tidak. Semua akan dilakukan asal anak bahagia. Tapi, bukan berarti orang tua tidak bisa berkata tidak. Sesekali, berikanlah penjelasan mengapa tidak semua yang anak inginkan bisa langsung diwujudkan.

2. Menomorsatukan kebutuhan anak

Special-People Yang Terlalu Memang Tidak Selalu Baik, Inilah 6 Tanda bahwa Anak Terlalu Dimanjakan
via baystreetparent.com

Orang tua yang baik adalah yang dapat memenuhi kebutuhan anaknya. Kesehatan, pendidikan, juga material. Yang bahaya sih, orang tua yang membiasakan anaknya hidup dalam kemewahan. Jika dibiarkan terus menerus ternyata bisa membuat anak manja.

3. Kamu yang mengerjakan semua tugas sekolahnya

shutterstock_118115581 Yang Terlalu Memang Tidak Selalu Baik, Inilah 6 Tanda bahwa Anak Terlalu Dimanjakan
via speechbuddy.com

Membantu mengerjakan tugas sekolah adalah cukup dengan menemani dan mengajarinya saja. Tidak perlu sampai orang tua juga yang mengerjakan tugasnya. Jika orang tua selalu melakukan pekerjaan untuk anak, alih-alih membantunya melakukannya untuk dirinya sendiri, ini berarti orang tua terlalu memanjakannya.

4. Tidak ada batas. Semuanya diperbolehkan

talking-children-cancer Yang Terlalu Memang Tidak Selalu Baik, Inilah 6 Tanda bahwa Anak Terlalu Dimanjakan

Kebiasaan memberikan kata terserah, dan iya kepada anak juga tidak disarankan, lho. Sebaiknya bantu anak untuk mempelajari perilaku apa yang baik-baik saja, dan mana yang melewati batas. Jadi, menerapkan batasan adalah sesuatu yang harus orang tua lakukan.

5. Tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan

Best-Parental-Control-App-1024x680 Yang Terlalu Memang Tidak Selalu Baik, Inilah 6 Tanda bahwa Anak Terlalu Dimanjakan
via dunyapakistan.com

Telaah apakah yang diinginkan anak adalah memang benar-benar ia butuhkan. Jangan menuruti semua kemauannya, karena bisa jadi apa yang dia katakan hanyalah apa yang dia inginkan. Jika orang tua mulai mengaburkan batas antara kebutuhan dan keinginan, akibat yang ditimbulkan adalah anak akan menjadi manja.

6. Tidak ada konsekuensi

child-bed-smartphone-759 Yang Terlalu Memang Tidak Selalu Baik, Inilah 6 Tanda bahwa Anak Terlalu Dimanjakan
via indianexpress.com

Maksudnya adalah orang tua memberi tahu pada anak bahwa dia harus memilih kegiatan apa yang lebih bermanfaat untuknya. Antara gadget dan mainan, seharusnya orang tua memberikan penjelasan dan konsekuensi dari segi manfaat untuk perkembangan anak.

Menjadi orang tua yang tegas dan lembut sekaligus adalah pilihan yang tepat dalam mengatur pola asuh anak. Anak jadi tidak manja dan perlahan-lahan diajarkan untuk mandiri. Bagaimana menurutmu girls?

Shares 83
Siti Yulianingsih

half of a storyteller. bibliophile.


Recommended: